ABM INVESTAMA (SAHAM ABMM) – th. 2022

ABMM supercycle komoditas khususnya BATUBARA, bagaimana “respon” saham ABM Investama di tahun 2022 ?

 

Emiten : Saham ABMM – PT. ABM Investama Tbk.
Harga Saham (saat publish/posting) : IDR 1,395/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 6,674 – Januari 2022

 

PT. ABM Investama Tbk. atau ABMM adalah perusahaan induk investasi. Dimana emiten ABMM berinvestasi pada sumber energi, layanan energi dan infrastruktur energi atau berinvestasi di sektor terkait pertambangan dan energi. Melalui anak perusahaannya, emiten ABMM fokus pada kegiatan produksi batubara, kontrak pertambangan, solusi daya, jasa teknik dan logistik terpadu. Jadi, portofolio bisnis emiten ABMM mencakup sumber daya, jasa dan infrastruktur dibidang pertambangan utamanya batu bara, yang seluruhnya disinergikan mulai dari lokasi penambangan (pit) sampai pengapalan (transshipment) di laut lepas.

ABMM adalah saham perusahaan induk investasi yang berinvestasi di sektor terkait pertambangan dan energy. Artinya perkembangan performa emiten ABMM dan harga komoditas energy khususnya batubara bisa dinilai saling terkait, dimana ketika harga komoditas energy atau khususnya batubara naik seperti yang terjadi menjelang pertengahan tahun 2021 hingga saat ini atau di penghujung akhir tahun 2021 (harga komoditas batubara dunia sempat mencapai di kisaran US$ 270/MT) maka ada kecenderungan atau potensi performa dari emiten di bidang bisnis komoditas energy khususnya batubara seperti ABMM menunjukkan hasil yang menarik meski faktor internal emiten tentunya juga berpengaruh pada performa suatu emiten. Sebenarnya tidak hanya ketika harga komoditas energy atau batubara dunia “sedang naik / menanjak” saja namun ketika harga komoditas energy atau batubara dunia stabil di atas kisaran US$ 100/MT maka tetap ada potensi besar emiten – emiten di bidang bisnis komoditas energy khususnya batubara seperti ABMM ada kecenderungan atau potensi menunjukkan hasil performa yang menarik. Hal tersebut bukan tanpa dasar, berdasarkan data historis menunjukkan bahwa performa dari emiten – emiten di bidang bisnis komoditas energy khususnya batubara memiliki hasil performa yang sangat similar atau serupa dengan perkembangan dari harga komoditas energy khususnya batubara dunia.

 

Perkembangan terkini (beberapa poin menarik) :

  • Emiten / saham ABMM telah di beli 838,21 juta unit atau setara dengan 30,44% saham nya oleh PT. Tiara Marga Trakindo (TMT), sehingga TMT resmi jadi pemegang saham mayoritas emiten ABMM dengan komposisi kepemilikan saham 53,55%. Tentu saja aksi korporasi tersebut bisa dinilai menarik, salah satunya adanya dukungan ekspansif seperti dukungan penyediaan alat berat oleh ShareHolder.
  • Emiten / saham ABMM melalui anak usahanya yakni PT. Cipta Kridatama meraih kontrak kerja sama jasa pertambangan dengan anak usaha PT. Golden Energy Mines Tbk. atau GEMS yakni PT. Borneo Indobara, dimana dalam kontrak kerja sama tersebut PT. Cipta Kridatama akan melakukan penambangan untuk pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) dengan total produksi mencapai 84 juta BCM sampai dengan Desember 2025.
  • Emiten / saham ABMM melalui anak usahanya yakni PT. Cipta Kridatama memperoleh perpanjangan kontrak kerja sama jasa pertambangan dengan PT. Dizamatra Powerindo atau DMP, dimana Nilai kontrak tersebut mencapai IDR 1,65 triliun dengan durasi 5 tahun.
  • Emiten / saham ABMM menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 150 – 200 juta di tahun 2021, dimana dana capex salah satunya akan digunakan untuk persiapan akuisisi tambang batu bara. Tentu saja hal ini bisa dinilai menarik ditengah naiknya harga komoditas batubara yang telah di atas US$ 85/MT, bahkan sempat menyentuh ATH di kisaran US$ 270/MT !

 

Faktor terkait :

Saat ini (pasca pertengahan tahun 2021) sebagian besar harga komoditas dunia termasuk harga komoditas batubara mengalami Supercycle Komoditas atau kenaikan harga komoditas hingga ATH (All Time High) atau setidaknya tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Tentu saja beberapa faktor tersebut bisa berdampak / berpengaruh “mendorong” utamanya pada bisnis yang terkait dengan batubara.

Perkembangan harga batubara dunia tergantung pada pasokan batubara dunia dan permintaan akan batubara di seluruh dunia, dimana saat review ini ditulis harga komoditas batubara dunia telah menunjukkan kenaikan tertinggi >10 tahun terakhir dimana sempat menyentuh di kisaran US$ 270 PMT ! – per Oktober 2021, setidaknya jauh di atas kisaran > US$ 85 PMT setelah sempat menyentuh rekor harga terendah sejak tahun 2016 lalu yaitu kisaran US$ 50,50 PMT. Penurunan harga batubara yang sempat terjadi di tahun 2020 lalu disebabkan oleh pemintaan batubara dunia yang menurun akibat (sejak) pandemi COVID-19 terjadi, dimana China dan India sebagai negara pengimpor batubara terbesar di dunia menjadi cenderung melakukan pengetatan impor ditambah pandemi COVID-19 yang terjadi hingga hampir seluruh Negara dunia melakukan lockdown termasuk China dan India membuat cadangan batubara kedua negara tersebut masih melimpah sehingga kebutuhan impor batubara menjadi menurun drastis. Diluar soal pasokan dan permintaan komoditas batubara, tren penurunan harga minyak mentah dunia yang terpengaruh dari konflik perang dagang antara AS dan China juga ikut menyeret penurunan harga komoditas batubara ditambah lagi ancaman resesi yang menambah dampak negatif bagi harga batubara dunia.

 

Fundamental :

Penulis menilai, saat review ini ditulis valuasi saham ABMM telah atau masih undervalue ditunjukkan dengan tingkat PER ABMM 1,91x dan tingkat PBV ABMM 1,01x vs tingkat ROE ABMM 52,86% di level harga 1445/share dengan mempertimbangkan … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan].

Berdasarkan LK emiten ABMM kuartal 3Q21/9M21, PT. ABM Investama Tbk. menunjukkan performa atau kinerja yang bisa dinilai MENARIK, … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan].

[Uraian mengenai fundamental dibatasi, selengkapnya hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

 

Sejauh ini berdasarkan catatan – catatan ABMM tersebut, apakah potensi ABMM bisa dinilai menarik terlebih saat Komoditas telah masuk periode Supercycle ?

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham ABMM setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham ABMM” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham ABMM – PT. ABM Investama Tbk..
Rating Fundamental — — (saat review) : Menarik / Biasa Saja / Buruk
Pada Harga IDR 1,385/lembar, Rating Valuasi Saham ABMM : B (Murah)
Pada Harga IDR 1,385/lembar, Margin to Fair Saham ABMM : + 75%

“Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience”
** Warren Buffet **


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia