ASTRA OTOPARTS (saham AUTO) – th. 2020

8/4/2020, 15:36 WIB

Ekspansi produk, penambahan Outlet Shop & Drive guna perbesar pangsa pasar, efisiensi biaya utama hingga optimalisasi pendapatan bisnis utama. Peluang menarik di saham AUTO ?

 

Emiten : Saham AUTO – PT. Astra Otoparts Tbk.
Harga Saham (saat publish/posting) : IDR 810/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 4,626 – April 2020

 

PT. Astra Otoparts Tbk. atau AUTO adalah grup perusahaan komponen otomotif terbesar dan terkemuka di Indonesia yang memproduksi dan mendistribusikan beranekaragam suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, baik untuk suplai ke pasar pabrikan otomotif [Baca : OEM/Original Equipment for Manufacturer] maupun ke pasar suku cadang pengganti [Baca : REM/ Replacement Market).

Jika dilihat dari segi pemasaran maka AUTO atau PT. Astra Otoparts Tbk. sudah bisa dikatakan memiliki cakupan jangkauan yang luas meliputi dalam dan luar negeri, termasuk Asia, Oceania, Timur Tengah, Amerika, Eropa dan Afrika. Selain jangkauan pemasaran yang luas, AUTO juga telah memiliki divisi perdagangan yang beroperasi di Singapura serta entitas anak di Negara Australia. Hal tersebut tentu menunjukkan bahwa cakupan wilayah pemasaran produk dari AUTO sudah cukup bagus atau menarik.

 

Secara relevan, logis dan obyektif maka saham AUTO atau saham PT. Astra Otoparts Tbk. ini bisa dikatakan menarik untuk dipilih atas dasar beberapa poin menarik berikut :

 

  • Pertama, Salah satu yang membuat AUTO menarik adalah ekspansi produk berupa alat mekanisme multiguna pedesaan [Baca : AMMDes], yang mana produk tersebut adalah hasil dari produksi usaha patungan AUTO bersama PT. Kiat Inovasi Indonesia. Jadi, AUTO melalui dua anak perusahaannya yaitu PT. Valesto Indonesia dan PT. Ardendi Jaya Sentosa bekerjasama dengan PT. Kiat Inovasi Indonesia memproduksi AMMDes via perusahaan patungan yang didirikan yaitu PT. Kiat Mahesa Wintor Indonesia [Baca : KMWI] dan PT. Kiat Mahesa Wintor Distributor. Menariknya, produk AMMDes tersebut di buat sebagai sarana pendukung guna mewujudkan program pengembangan pedesaan dan pertanian oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Pendididkan dan Kebudayaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan demikian, mengingat begitu signifikan fungsi dari AMMDes tersebut utamanya untuk kebutuhan pengembangan dalam negeri maka tentu AMMDes memiliki potensi kontribusi hasil yang menarik kedepannya bagi kinerja atau fundamental AUTO,
  • Kedua, Sepanjang tahun 2018 lalu AUTO juga menunjukkan aksi korporasi yang cukup menarik berupa ekspansi dari sisi pemasaran berupa penambahan outlet Shop & Drive, dimana hingga tahun 2018 lalu outlet Shop & Drive baru AUTO telah di buka sebanyak 11 outlet baru yang mana outlet Shop & Drive tersebut akan terus bertambah hingga 370 unit. Aksi korporasi berupa penambahan outlet atau peningkatan lini pemasaran produk tentu akan meningkatkan optimalisasi cakupan pangsa pasar produk AUTO dan tentu saja punya potensi menarik untuk kinerja atau fundamental AUTO beberapa waktu kedepan tentunya termasuk tahun 2020,
  • Ketiga, pada tahun 2018, AUTO telah mendirikan Joint Venture atau JV bersama Toyoda Gosei Co. Ltd. Yang diberi nama PT. Toyoda Gosei Indonesia. Nilai total investasi ini sebesar Rp. 64,3 miliar dimana AUTO memiliki 20% saham atas JV tersebut. PT. Toyoda Gosei tersebut bergerak dibidang produksi side airbag untuk ewuipment manufacturer dalam pengembangan keamanan kendaraan roda empat sebagai pemenuhan peringkat New Car Asssessment program for Southeast Asian Countries. Ekspansi lini bisnis terbaru dari AUTO tersebut baru akan punya dampak potensi di tahun 2020 hingga kedepannya,
  • Keempat, pada tahun 2019, AUTO telah mendirikan Joint Venture atau JV bersama Pirelli Tyres S.p.A. Yang diberi nama PT. Evoluzione Tyres. Nilai total investasi ini sebesar US$ 120 juta dimana AUTO memiliki 40% saham atas JV tersebut. PT. Evoluzione Tyres bergerak dibidang produsen ban 2W yang akan dipasarkan di dalam dan luar negeri. Secara akuntansi JV tersebut baru efektif 31 Maret 2019 yang mana sebenarnya telah ada aktivitas produksi sejak tahun 2012,
  • Kelima, pada tahun 2019, AUTO melakukan peningkatan investasi pada anak perusahaan PT. Metalart Astra Indonesia dengan nilai transaksi sebesar Rp. 217 miliar yang mana nilai transaksi tersebut kurang dari 20% dari ekuitas perusahaan yang artinya masuk dalam kategori transaksi material. Menariknya, transaksi tersebut dilakukan sebagai upaya restrukturisasi modal guna memperbaiki kinerja MAI,
  • Keenam / Terakhir, performa atau kinerja AUTO direview berdasarkan pengaruh oleh 5 elemen penting terkait bahan baku produk dari AUTO yaitu Baja, Alumunium, Plastik, Karet dan fluktuasi atau perkembangan kurs IDR-US$ maka hasilnya saat ini yang masih cukup membebani kinerja atau fundamental dari AUTO adalah dua elemen yaitu harga baja (meski belum cukup kuat terkonfirmasi pada dampak penurunan lebih lanjut kinerja AUTO) dan pelemahan IDR-US$.

 

Berdasarkan historis harga saham AUTO pernah naik signifikan dan bertahan cukup lama dikisaran 3,000-an/share s.d 4,000-an/share (kurang lebih 4,5 tahun sebelum akhirnya “terjun” ke kisaran 1,000-an s.d 2,000-an) mulai awal tahun 2010 hingga pertengahan 2015 atau bisa dikatakan hanya sampai akhir tahun 2014 sebelum akhirnya harga saham AUTO turun dikisaran 1,000-an s.d 2,000-an.

Pada saat itu (tahun 2010 s.d 2014 atau saat harga saham AUTO naik dan bertahan di “atas”) harga karet berada di rentang kisaran 210 JPY/kg – 500 JPY/kg, harga baja berada di kisaran < 2,000 Yuan/MT, harga aluminium berada di rentang kisaran 1,800 US$/Tonne – 2,650 US$/Tonne, harga minyak mentah berada di rentang kisaran 75 US$/BBL – 110 US$/BBL dan kurs IDR-US$ berada di rentang kisaran IDR 8,500/US$ – IDR 12,000/US$. Artinya untuk saat ini harga baja dan nilai tukar IDR-USD yang masih signifikan membebani kinerja atau fundamental dari AUTO, jadi dari rentang harga – harga serta kurs pada saat harga saham AUTO berada di “puncaknya”, saat ini ada dua elemen yaitu harga baja dan nilai tukar IDR-USD yang “keluar” dari titik “toleransi” saat dibandingkan secara historis. Sebagai acuan maka digunakan awal tahun 2016 karena harga saham AUTO mencapai titik penurunan terendah sejak tahun 2014 atau ketika hampir di akhir tahun 2015 lalu.

 

[ historis harga minyak mentah via (klik) tradingeconomics – 10 tahun terakhir ]

 

[ historis harga karet via (klik) tradingeconomics – 5 tahun terakhir ]

 

[ historis harga alumunium via (klik) tradingeconomics – 10 tahun terakhir ]

 

[ historis harga baja via (klik) tradingeconomics – 5 tahun terakhir ]

 

Selanjutnya, catatan penting yang lain yaitu soal kurs IDR vs US$ dalam sejarahnya memang tidak pernah turun dalam jangka panjang (Anda bisa melihat sejarah pelemahan mata uang IDR terhadap US$ yang terus terjadi via Wikipedia atau situs terpercaya lainnya), oleh karena itu yang menjadi acuan utamanya adalah selama pelemahan IDR terhadap US$ tidak terjadi sangat ekstrem atau signifikan dalam kurun waktu pendek (seperti yang telah terjadi saat krisis moneter) maka kenaikan nilai US$ terhadap IDR masih cukup bisa dinilai konservatif.

 

[ historis USD-IDR via (klik) tradingeconomics – 10 tahun terakhir ]

 

Jadi, beban fundamental pada AUTO lebih banyak karena harga baja, meski nilai tukar IDR-USD juga sedikit ikut berpengaruh.

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham AUTO setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham AUTO” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham AUTO – PT. Astra Otoparts Tbk.
Rating Fundamental 4Q19/FY19 (saat review) : Menarik / Biasa Saja / Buruk
Pada Harga IDR 810/lembar, Rating Valuasi Saham AUTO : B (Murah)
Pada Harga IDR 810/lembar, Margin to Fair Saham AUTO : + 35%

 

Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience
** Warren Buffet **

 


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Fasilitas andrianoktianto.com (klik disini) // Tipe Investor yang Cocok Value Investing Saham (klik disini) // Tentang Value Investing andrianoktianto.com (klik disini) // Profil Penulis andrianoktianto.com (klik disini) // Join atau Registrasi andrianoktianto.com (klik disini) // Workshop Value Investing Basic to Intermediate (klik disini) // Private Value Investing (klik disini)

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).

 

 


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia


 

E-book Review atas Laporan Keuangan Kuartal II – Tahun 2020

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal II – Tahun 2020   Dear investor dari berbagai ...

GUDANG GARAM (Saham GGRM) – th. 2020

GGRM salah satu perusahaan produsen rokok terbesar di Indonesia, saat ini (th. 2020) sempat berada ...

BLUE BIRD (Saham BIRD) – th. 2020

Saham BIRD, IPO sejak akhir tahun 2014 dan mulai akan “melejit” di tahun 2020/2021 ? ...

ASTRA INTERNATIONAL (Saham ASII) – th. 2020

ASII sebagai perusahaan dengan beragam bisnis yang “menyentuh” hampir semua aspek kehidupan manusia melalui produk ...

WASKITA KARYA (Saham WSKT) – th. 2020

WSKT termasuk saham sektor konstruksi dimana perolehan proyeknya baik dari proyek pemerintah maupun proyek swasta ...

PT PP (Saham PTPP) – th. 2020

Salah satu saham sektor konstruksi, properti, dan infrastruktur yang saat ini (th. 2020) sempat berada ...