BLUE BIRD (Saham BIRD) – th. 2020

14/4/2020, 15:10 WIB

Saham BIRD, IPO sejak akhir tahun 2014 dan mulai akan “melejit” di tahun 2020/2021 ?

 

Emiten : Saham BIRD – PT. Blue Bird Tbk.
Harga Saham (saat publish/posting) : IDR 1,020/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 4,685 – April 2020

 

PT. Blue Bird Tbk. atau BIRD adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi penumpang dan jasa pengangkutan darat yang mana PT. Blue Bird Tbk. memulai kegiatan komersilnya dan bergabung dalam kelompok usaha blue bird grup sejak tahun 2001. Kini Blue Bird telah berkembang menjadi sebuah kelompok usaha besar dengan 15 Entitas Anak, mulai dari regular taxis (Blue Bird & Pusaka) sampai dengan executive taxi (Silver Bird), limousine & car rental (Golden Bird), charter bus (Big Bird), Logistic (Iron Bird Logistic), Industry (Restu Ibu Pusaka-Bus Body Manufacturing & Pusaka Niaga Indonesia), Property (Holiday Resort Lombok & Pusaka Bumi Mutiara), IT & Supporting Services (Hermis Consulting-IT SAP, Pusaka Integrasi Mandiri-EDC, Pusaka GPS, Pusaka Buana Utama-Petrol Station, Pusaka Bersatu-Lubricant, Pusaka Sukucadang Indonesia-Spare Part) dan Heavy Equipment (Pusaka Andalan Perkasa & Pusaka Bumi Transportasi). Saat ini layanan Blue Bird Group telah menjangkau wilayah Jadetabek, Bali, Bandung, Batam, Cilegon, Lombok, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta, baik di pusat bisnis maupun tujuan wisata.

 

Ada 2 poin signifikan yang menjadi pertimbangan dalam melihat “nilai” dari saham BIRD setidaknya hingga saat ini, yaitu :

 

  • [point 1] Memiliki valuasi yang telah cukup murah atau UnderValue (Anda bisa memiliki bisnis yang tidak bisa dipandang sepele dengan mengeluarkan “biaya” atau nilai investasi yang murah setidaknya untuk keputusan saat ini).

BIRD atau PT. Blue Bird Tbk. di harga kisaran 1020-an/share memiliki valuasi MURAH dengan PBV 0,45x dan PER 8,05x (PBV dan PER saham BIRD memang bukan yang ter-murah namun dengan mempertimbangan aspek Intangible Asset dan fundamental secara komprehensif maka jika dibandingkan dengan saham sektor bisnis transportasi maka saham BIRD masih menjadi yang ter-murah secara sektoral), menariknya valuasi saham BIRD ini menjadi saham sektor bisnis transportasi dengan valuasi termurah (murah dalam artian bukan “murahan” dengan mempertimbangkan performa perusahaan) saat ini atau setidaknya hingga menjelang pertengahan tahun 2020 ini (setelah di lakukan comparasion dengan beberapa saham sektor bisnis transportasi ASSA, TAXI dan TRUK). Meski perlu di pahami bahwa valuasi MURAH pada saham BIRD saat ini bisa dikatakan wajar terjadi karena kinerja BIRD yang belum cukup bagus, meski tidak terlalu buruk juga. But, lebih dari itu saat ini BIRD dalam masa proses recovery penyesuaian menghadapi bisnis Online Transportation. So, ada peluang disini ! .

 

  • [point 2] Memiliki Intangible Asset yang bisa dikatakan masih akan menarik atau menarik hingga setidaknya saat ini (Brand / merk, Formula Produksi, Pangsa Pasar dan sebagainya).

Hingga kini Blue Bird hampir bisa dipastikan masih dikenal oleh masyarakat Indonesia secara luas sebagai armada trasportasi darat khususnya taksi (meski Blue Bird sendiri memiliki portofolio bisnis yang beragam seperti jasa logistik, alat-alat berat, karoseri, hingga property) hal ini seperti ketika Anda mengenal brand atau merk air mineral “AQUA” dimana kata “AQUA” paling sering dan lama digunakan sebagai penyebutan nama air mineral dalam kemasan setiap kali dari kita ketika (mungkin) membeli produk air mineral dalam kemasan. So, tidak berbeda dengan brand “Blue Bird” yang tentunya hingga kini sangat familiar sebagai armada taksi di Indonesia. Brand “Blue Bird” inilah yang memiliki nilai kuat sebagai bentuk Intangible Asset bernilai tinggi hingga kini dan sebuah brand yang bernilai tinggi tidak bisa sekedar dipandang “remeh” begitu saja dalam konteks sebuah perusahaan atau bisnis.

Bahkan menariknya, beberapa negara tetangga sempat meminta Blue Bird Group untuk membuka layanan di negaranya dan juga beberapa media asing pernah membahas Blue Bird sebagai perusahaan layanan jasa transportasi yang memiliki nilai layanan yang tinggi atau Lifestyle Brand.

Tidak hanya sampai pada brand Blue Bird, penilaian Intangible Asset pada Blue Bird juga ada pada manajemen Blue Bird yang sangat peka dalam menyikapi perkembangan era Internet of Things di masa saat ini. Dimana manajemen Blue Bird memilih untuk mengeluarkan aplikasi My Blue Bird di tahun 2016 hingga berkolaborasi dengan Unicorn pertama di Indonesia yang siap mendunia yaitu Go-Jek serta Traveloka. So, dari respon cepat manajemen Blue Bird dalam menyikapi era Internet of Things saat ini merupakan kualitatif value dari sebuah Intangible Asset yang dimiliki sebuah perusahaan yaitu Blue Bird.

Anda bisa bayangkan betapa hebatnya manajemen Blue Bird dalam pengambilan keputusan yang tepat dan strategis hingga akhirnya mampu untuk berkerjasama dengan Unicorn s.d Decacorn atau sebuah perusahaan aplikasi dengan valuasi yang minimal mencapai miliaran US$ seperti Go-Jek hingga Traveloka. Jadi, poin utamanya adalah manajemen Blue Bird mampu mengambil suatu langkah strategis untuk dapat terus mempertahankan bisnis Blue Bird dan potensi besar mengembangkannya bahkan di era Internet of things saat ini.

So, Intangible Asset berupa brand, pangsa pasar, pengalaman hingga manajemen yang kompeten Blue Bird inilah yang tidak bisa di nilai MURAH. Bahkan Express Trasindo Utama hingga beberapa perusahaan yang secara khusus dominan bergerak dibidang transportasi darat setidaknya hingga saat ini belum mampu bersaing ketat dengan si “Burung Biru” atau Blue Bird ini. So, memperoleh saham BIRD saat di valuasi yang bisa dikatakan MURAH atau cukup UnderValue bukan merupakan keputusan yang asal “main – main” tanpa pengukuran dan pertimbangan komprehensif serta mendalam.

 

Pertanyaannya, kenapa harga saham BIRD masih retracement atau turun atau belum kembali naik setidaknya hingga saat review ini dipublish ?.

Hal tersebut lebih kepada keadaan kondisi penilaian pasar, dimana sebagian besar perusahaan – perusahaan di berbagai sektoral termasuk sektor transportasi juga demikian (masih mengalami retracement pada harga sahamnya).

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham BIRD setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham BIRD” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham BIRD – PT. Blue Bird Tbk.
Rating Fundamental 4Q19/FY19 (saat review) : Menarik / Biasa Saja / Buruk
Pada Harga IDR 1,020/lembar, Rating Valuasi Saham BIRD : B (Murah)
Pada Harga IDR 1,020/lembar, Margin to Fair Saham BIRD : + 50%

“Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience”
** Warren Buffet **

 


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Fasilitas andrianoktianto.com (klik disini) // Tipe Investor yang Cocok Value Investing Saham (klik disini) // Tentang Value Investing andrianoktianto.com (klik disini) // Profil Penulis andrianoktianto.com (klik disini) // Join atau Registrasi andrianoktianto.com (klik disini) // Workshop Value Investing Basic to Intermediate (klik disini) // Private Value Investing (klik disini)

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).

 

 


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia


 

E-book Review atas Laporan Keuangan Kuartal II – Tahun 2020

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal II – Tahun 2020   Dear investor dari berbagai ...

E-book Review atas Laporan Keuangan Kuartal I – Tahun 2020

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal I – Tahun 2020   Dear investor dari berbagai ...

GUDANG GARAM (Saham GGRM) – th. 2020

GGRM salah satu perusahaan produsen rokok terbesar di Indonesia, saat ini (th. 2020) sempat berada ...

ASTRA INTERNATIONAL (Saham ASII) – th. 2020

ASII sebagai perusahaan dengan beragam bisnis yang “menyentuh” hampir semua aspek kehidupan manusia melalui produk ...

WASKITA KARYA (Saham WSKT) – th. 2020

WSKT termasuk saham sektor konstruksi dimana perolehan proyeknya baik dari proyek pemerintah maupun proyek swasta ...

PT PP (Saham PTPP) – th. 2020

Salah satu saham sektor konstruksi, properti, dan infrastruktur yang saat ini (th. 2020) sempat berada ...