BUKIT ASAM (SAHAM PTBA) – th. 2021

30/9/2021, 15:15 WIB

PTBA supercycle komoditas khususnya BATUBARA, bagaimana “respon” saham Bukit Asam di tahun 2021 ?

 

Emiten : Saham PTBA – PT. Bukit Asam Tbk.
Harga Saham (saat publish/posting) : IDR 2,760/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 6,286 – September 2021

 

PT. Bukit Asam Tbk. atau PTBA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas pelabuhan batubara khusus untuk keperluan internal dan kebutuhan eksternal, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan internal dan eksternal dan memberikan jasa konsultasi terkait industri pertambangan batubara serta produk turunannya dan pengembangan perkebunan. Pasar terbesar penjualan ekspor / non-domestik PTBA antara lain adalah China, Taiwan, Philipina, India dan Vietnam.

PTBA adalah saham perusahaan batubara yang IPO tahun 2002 pada harga listing IDR 575/share, dimana emiten PTBA pernah mencapai harga per lembar sahamnya hingga (hampir) IDR 4,700/lbr di tahun 2011 tepat pada saat harga batubara dunia mencapai US$120 PMT dan juga pernah merosot hingga IDR 860/share di tahun 2016 tepat pada saat harga batubara dunia anjlok di kisaran US$ 49 PMT. Fakta berdasarkan data historis menunjukkan bahwa performa dari emiten PTBA ini sangat similar atau serupa dengan perkembangan dari harga komoditas batubara dunia dimana hal ini sebenarnya sangat wajar mengingat bisnis produk terbesar PTBA adalah batubara.

Perkembangan harga komoditas batubara dunia beberapa waktu ini, sempat menunjukkan kenaikan sejak pertengahan tahun 2020 hingga pasca pertengahan tahun 2021, dimana atas kenaikan harga komoditas batubara tersebut tidak butuh waktu lama “diikuti” dengan kenaikan performa emiten PTBA sejak pertengahan tahun 2021. Tentu saja data historis selama beberapa tahun lalu bisa menjadi acuan yang cukup relevan hingga nanti harga komoditas batubara dunia konsisten / stabil kembali pulih atau terus menanjak dan tentu saja bukan tidak mungkin performa atau kinerja emiten PTBA kembali / konsisten membaik termasuk harga saham PTBA itu sendiri (akan mengikuti perkembangan performa dan harga komoditas batubara).

 

Perkembangan terkini (beberapa poin menarik) :

  • Emiten / saham PTBA tengah fokus pada (strategi) peningkatan kapasitas angkutan batu bara dan pelabuhan baru menjadi 32 juta ton pada tahun 2021 dan 72 juta ton pada tahun 2026. Tentu saja strategi tersebut potensial (pada peningkatan) mendukung target produksi batubara emiten PTBA.
  • Emiten / saham PTBA tengah membangun PLTU mulut tambang terbesar di Indonesia dengan kapasitas 1,240 megawatt (MW), dimana progres konstruksi per Agustus 2021 telah mencapai 89,4%. Selain itu, emiten PTBA bekerjasama dengan Angkasa Pura II juga tengah mengembangkan PLTS terkait pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT).
  • Emiten / saham PTBA bekerjasama dengan Pertamina dan Air Products & Chemicals Inc (APCI) tengah dalam proses membangun Coal Dimethyl Ether (DME) untuk menggantikan LPG. Pada prosesnya akan mengonversi 6 juta ton batu bara yang telah diubah menjadi syngas, kemudian diubah menjadi metanol, lalu diubah menjadi DME untuk menghasilkan 1,4 juta ton DME. Tentu saja hilirisasi batubara tersebut menarik dalam memprakarsai pengembangan Coal to Chemicals Industry.

 

Faktor terkait :

Grafik harga BatuBara – September 2021 (source : id.tradingeconomics.com)

Saat ini (pasca pertengahan tahun 2021) sebagian besar harga komoditas dunia termasuk harga komoditas batubara mengalami Supercycle Komoditas atau kenaikan harga komoditas hingga ATH (All Time High) atau setidaknya tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Tentu saja beberapa faktor tersebut bisa berdampak / berpengaruh “mendorong” utamanya pada bisnis yang terkait dengan batubara.

Perkembangan harga batubara dunia tergantung pada pasokan batubara dunia dan permintaan akan batubara di seluruh dunia, dimana saat review ini ditulis harga komoditas batubara dunia telah menunjukkan kenaikan tertinggi >10 tahun terakhir dimana sempat hampir menyentuh di kisaran US$ 180 PMT – per September 2021, setidaknya jauh di atas kisaran > US$ 85 PMT setelah sempat menyentuh rekor harga terendah sejak tahun 2016 lalu yaitu kisaran US$ 50,50 PMT. Penurunan harga batubara yang sempat terjadi di tahun 2020 lalu disebabkan oleh pemintaan batubara dunia yang menurun akibat (sejak) pandemi COVID-19 terjadi, dimana China dan India sebagai negara pengimpor batubara terbesar di dunia menjadi cenderung melakukan pengetatan impor ditambah pandemi COVID-19 yang terjadi hingga hampir seluruh Negara dunia melakukan lockdown termasuk China dan India membuat cadangan batubara kedua negara tersebut masih melimpah sehingga kebutuhan impor batubara menjadi menurun drastis. Diluar soal pasokan dan permintaan komoditas batubara, tren penurunan harga minyak mentah dunia yang terpengaruh dari konflik perang dagang antara AS dan China juga ikut menyeret penurunan harga komoditas batubara ditambah lagi ancaman resesi yang menambah dampak negatif bagi harga batubara dunia.

 

Fundamental :

Penulis menilai, saat review ini ditulis valuasi saham PTBA telah atau masih undervalue ditunjukkan dengan tingkat PER PTBA 7,32x dan tingkat PBV PTBA 1,51x vs tingkat ROE PTBA 20,88% di level harga 2270/share, dengan mempertimbangkan potensi dari kenaikan harga komoditas batubara saat ini yang telah mencapai >US$ 85/MT atau sempat hampir menyentuh kisaran US$ 180/MT – per September 2021.

Berdasarkan LK emiten PTBA kuartal 2Q21/1H21, PT. Bukit Asam Tbk. menunjukkan performa atau kinerja yang bisa dinilai MENARIK, … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

[Uraian mengenai fundamental dibatasi, selengkapnya hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

 

Sejauh ini berdasarkan catatan – catatan PTBA tersebut, apakah potensi PTBA bisa dinilai menarik terlebih saat Komoditas mulai masuk periode Supercycle ?

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham PTBA setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham PTBA” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham PTBA – PT. Bukit Asam Tbk.
Rating Fundamental — — (saat review) : Menarik / Biasa Saja / Buruk
Pada Harga IDR 2,150/lembar, Rating Valuasi Saham PTBA : B (Murah)
Pada Harga IDR 2,150/lembar, Margin to Fair Saham PTBA : + 50%

 

“Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience”
** Warren Buffet **


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia


 

INTEGRA INDOCABINET (SAHAM WOOD) – th. 2021

WOOD salah satu saham industri furnitur dan kayu terkemuka di Indonesia, akankah saham Integra Indocabinet ...

INDIKA ENERGY (SAHAM INDY) – th. 2021

INDY supercycle komoditas khususnya BATUBARA, bagaimana “respon” saham Indika Energy di tahun 2021 ?   ...

INDAH KIAT PULP AND PAPER (SAHAM INKP) – th. 2021

INKP salah satu saham industri pulp and paper terkemuka di Indonesia dengan valuasi termurah serta ...

E-BOOK REVIEW ATAS LAPORAN KEUANGAN KUARTAL II – TAHUN 2021

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal II – Tahun 2021   Dear investor dari berbagai ...

ASTRA OTOPARTS (SAHAM AUTO) – th. 2021

AUTO salah satu saham bisnis komponen otomotif terbesar di Indonesia dengan valuasi termurah serta kinerja ...

HM Sampoerna (SAHAM HMSP) – th. 2021

HMSP salah satu bagian dan afiliasi dari perusahaan rokok tembakau internasional terkemuka di dunia, saat ...