GLOBAL MEDIACOM (SAHAM BMTR) – th. 2021

BMTR salah satu saham industri media digital terkemuka di Indonesia, akankah saham Global Mediacom mampu “melejit” di tahun 2021 ?

 

Emiten : Saham BMTR – PT. Global Mediacom Tbk.
Harga Saham (saat publish/posting) : IDR 278/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 6,643 – Oktober 2021

 

PT. Global Mediacom Tbk. atau BMTR merupakan induk perusahaan atau pemegang saham pengendali dari perusahaan MNCN, itu artinya bisnis yang ada pada MNCN juga merupakan bagian bisnis dari BMTR yang mana Global Mediacom mempunyai sekitar 52% total kepemilikan atas saham perusahaan MNCN. At the end, bisnis MNCN sama saja dengan bisnis milik BMTR, secara otomatis demikian yang mana bagian laba ataupun rugi dari MNCN akan di konsolidasikan ke laporan keuangan BMTR berdasarkan proporsi besaran kepemilikan saham BMTR pada MNCN. But, meski demikian BMTR tetap punya skala lini bisnis yang tentu lebih luas ketimbang salah satu anak usahanya yaitu MNCN. Jadi, BMTR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Media berbasis konten dan iklan, media berbasis pelanggan, new media, TV home shopping, dan media pendukung dan infrastuktur. BMTR didukung oleh dua lini bisnis inti yang memberikan kontribusi pendapatan tertinggi, yaitu media berbasis konten dan iklan yang dikelola oleh PT. Media Nusantara Citra Tbk. atau MNCN dan media berbasis pelanggan yang dikelola oleh PT. MNC Sky Vision Tbk. atau MSKY. BMTR juga didukung oleh bisnis media pendukung dan infrastruktur yang dikelola oleh PT. Infokom Elektrindo atau Infokom, new media atau WeChat dan TV Home Shopping atau MNC Shop. Selain itu, BMTR juga melakukan kegiatan usaha dalam media cetak seperti Koran Sindo, Majalah HighEnd dan Tabloid Genie serta stasiun Radio dari Sindo Trijaya Radio dan Radio Dangdut Indonesia. Akhirnya, sangat jelas bahwa BMTR termasuk induk usaha dari MNCN.

 

Saham atau emiten BMTR mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0 yang telah terjadi saat ini dengan langkah ekspansi berupa bisnis media digital atau online ! tentu saja hal tersebut membuat penilaian terhadap saham BMTR menjadi MENARIK meski masih harus menunggu konsistensi dari menariknya kinerja atau fundamental emiten BMTR.

Tantangan untuk seluruh emiten bisnis media saat ini (pada era revolusi industri 4.0) adalah pergeseran trend belanja iklan ke media online (sebelumnya full dominan di televisi). Terkait tantangan tersebut BMTR beberapa waktu lalu hingga saat ini telah dan sedang terus mengimbangi dinamika bisnis media ini dengan strategi penciptaan dan ekspansi seperti menciptakan saluran media online Youtube Channel MNCN, meningkatkan tariff harga iklan online internet melalui berbagai media online MNCN, meningkatkan kontribusi iklan MNCN dari perusahaan teknologi seperti Tokopedia, Shopee, Traveloka yang saat ini sangat gencar melakukan promosi dimana menariknya semua perusahaan teknologi tersebut adalah klien MNCN yang spending hingga ratusan miliar IDR per tahun.

Selain itu, MNCN menjawab tantangan di era 4.0 ini dengan peningkatan jumlah konten yang diproduksi sendiri melalui MNC Studios yang bisa membuat efisiensi serta optimalisasi pendapatan dengan menayangkan hasil konten di siaran televisi MNC sendiri. Saat ini MNCN telah menunjukkan kemajuan pesat dalam media digital seperti pada portal okezone.com dan sindonews.com yang mana terus mencatatkan peningkatan posisi luar biasa dalam daftar Alexa. Lebih daripada itu, MNCN juga telah memiliki pelanggan dan pengikut yang muncul dari berbagai platform media social dengan angka pelanggan terbesar di Indonesia ! . Langkah ekspansi berupa iklan kreatif seperti siaran digital, frame pemasaran, sponsor bawaan, iklan kreatif built-in, squeeze frame, pengembangan seluler digital, pengembangan portal online, pengembangan konten digital, lisensi perputakaan konten untuk OTT atau over the top, iklan virtual yang mampu meningkatkan pendapatan perusahaan masih punya banyak space untuk di tingkatkan lebih tinggi lagi dan peluncuran fitur FTA+ MNCN sejak akhir tahun 2019 lalu dimana FTA+ akan memiliki fitur yang belum pernah ada sebelumnya yaitu streaming, VOD dan kreatif & konsten asli. Perlu diketahui bahwa FTA+ punya potensi menjadi sumber pertumbuhan penting MNCN sejak pertengahan tahun 2019 lalu.

Mengingat bisnis MNCN yang juga merupakan bisnis BMTR maka perkembangan serta bentuk ekspansi BMTR tentu saja apa saja yang dilakukan oleh MNCN tersebut. Ingat bahwa apapun penciptaan ataupun ekspansi yang dilakukan MNCN tentu terkonsolidasi pada BMTR sebagai induk perusahaan MNCN.

 

Perkembangan terkini (beberapa poin menarik) :

  • Saat review ini ditulis harga saham BMTR masih termasuk terendah sejak 5 tahun terakhir (terlepas dari moment pasar saham retracement ekstrem Maret/April 2020).
  • Emiten / saham BMTR telah memiliki basis user di media berbasis digital maupun televisi konvensional yang sangat besar, bahkan tembus hingga di atas 200 juta userbase di segala lini, dimana hasil tersebut semakin membuat emiten BMTR memiliki dominasi kuat hingga masih bisa menjadi pemimpin pasar.
  • Emiten / saham BMTR memperoleh peringkat idA (Single A) untuk Obligasi Berkelanjutan II-2020 senilai maksimum IDR 1,4 triliun dan peringkat idA(sy) untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan II-2020 senilai maksimum IDR 600 miliar, peringkat tersebut ditetapkan oleh PT. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dimana peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari emiten BMTR dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2020 (peringkat tersebut berlaku untuk periode 9 Juni 2021 sampai 1 Juni 2022). Perlu diketahui bahwa emiten dengan obligasi berperingkat idA menunjukkan bahwa entitas tersebut (dalam hal ini emiten BMTR) memiliki kapasitas kuat secara jangka panjang pada komitmen finansialnya dibandingkan dengan obligor lainnya, namun demikian lebih sensitif atau mudah terpengaruh pada perubahan keadaan dan kondisi ekonomi.

 

Faktor terkait :

Perkembangan infrastruktur internet dan kebijakan pemerintah atas ekonomi digital di Indonesia tentu akan berdampak / berpengaruh pada bisnis yang terkait dengan industri media dan semacamnya.

 

Fundamental :

Penulis menilai, saat review ini ditulis valuasi saham BMTR telah atau masih undervalue ditunjukkan dengan tingkat PER BMTR 6,31x dan tingkat PBV BMTR 0,37x vs tingkat ROE BMTR 5,56% di level harga 270/share dengan mempertimbangkan asset BMTR yang telah meningkat jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

Berdasarkan LK emiten BMTR kuartal sebelumnya (mengingat LK 2Q21/1H21 belum terbit saat review ini ditulis), Global Mediacom menunjukkan performa atau kinerja yang bisa dinilai Not Bad, … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

[Uraian mengenai fundamental dibatasi, selengkapnya hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

 

Sejauh ini berdasarkan catatan – catatan BMTR tersebut, apakah potensi BMTR bisa dinilai menarik terlebih ketika kini telah memasuki era revolusi industri 4.0 ?

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham BMTR setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham BMTR” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham BMTR – PT. Global Mediacom Tbk.
Rating Fundamental — — (saat review) : Menarik / Biasa Saja / Buruk
Pada Harga IDR 278/lembar, Rating Valuasi Saham BMTR : B (Murah)
Pada Harga IDR 278/lembar, Margin to Fair Saham BMTR : + 50%

 

“Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience”
** Warren Buffet **


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia