INDO TAMBANGRAYA MEGAH (SAHAM ITMG) – th. 2021

17/3/2021, 15:35 WIB

ITMG : pembangkit listrik, pasokan listrik yang berkelanjutan hingga supercycle komoditas, bagaimana “respon” saham Indo Tambaraya Megah di tahun 2021 ?

 

Emiten : Saham ITMG – PT. Indo Tambaraya Megah Tbk.
Harga Saham (saat publish/posting) : IDR 11,725/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 6,277 – Maret 2021

 

PT. Indo Tambaraya Megah Tbk. atau ITMG merupakan perusahaan pertambangan dengan produk terbesar adalah batubara. Disamping batubara, hasil tambang perusahaan antara lain berupa tanah liat, granit, gamping, dan pasir. Pangsa pasar perusahaan antara lain adalah China, Jepang, Philipina, Thailand, Korea dan beberapa Negara lainnya.

ITMG adalah saham perusahaan batubara yang pernah mencapai harga per lembar sahamnya hingga IDR 55,000/lbr di tahun 2011 tepat pada saat harga batubara dunia mencapai US$120 PMT dan juga pernah merosot hingga IDR 4,790/share di tahun 2016 tepat pada saat harga batubara dunia anjlok di kisaran US$ 49 PMT. Fakta berdasarkan data historis menunjukkan bahwa performa dari emiten ITMG ini sangat similar atau serupa dengan perkembangan dari harga komoditas batubara dunia dimana hal ini sebenarnya sangat wajar mengingat bisnis produk terbesar ITMG adalah batubara.

Data historis (fundamental) yang ditunjukkan pada kinerja ITMG mulai tahun 2013 – tahun 2019 menunjukkan perkembangan Laba Tahun Berjalan ITMG dan Laba Tahun Berjalan yang Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk, peningkatan atau penurunannya sama atau serupa dengan perkembangan harga komoditas batubara dunia dimana mulai tahun 2013 – tahun 2015 kinerja ITMG mulai menunjukkan penurunan sama dengan penurunan tajam harga komoditas batubara dari harga US$ 82 PMT menurun menjadi US$ 77 PMT dan di tahun 2016 – tahun 2018 kinerja ITMG mulai kembali (pulih hingga semakin membaik) menunjukkan peningkatan sama dengan peningkatan tajam harga komoditas batubara dari harga US$ 49 PMT meningkat menjadi US$ 115 PMT.

Nah, perkembangan performa ITMG dan harga komoditas batubara dunia beberapa waktu ini, sempat menunjukkan kenaikan sejak pertengahan tahun 2020 hingga awal – awal tahun 2021, tentu saja data historis selama beberapa tahun lalu bisa menjadi acuan yang cukup relevan hingga nanti harga komoditas batubara dunia benar – benar kembali pulih atau terus menanjak dan tentu saja harusnya performa atau kinerja ITMG kembali membaik termasuk harga saham ITMG itu sendiri (akan mengikuti perkembangan performa dan harga komoditas batubara).

By the way, di masa pandemi COVID-19 atau selama pandemi belum mereda (khususnya di Indonesia), emiten ITMG setidaknya telah merespon cukup baik diantaranya operasi tetap berjalan normal dengan penerapan protokol keselamatan (kesehatan) dan tidak adanya disrupsi di area pertambangan, peningkatan efisiensi berkelanjutan dengan implementasi transformasi digital oleh perusahaan, pengendalian biaya dengan menurunkan biaya sebesar US$ 8 per Ton (versus FY19) dari penurunan nisbah kupas, penurunan harga BBM dan pemotongan biaya lainnya (logistic dan overhead), posisi kas ITMG yang kuat dalam mendukung ekspansi inorganic disaat harga batubara mengalami penurunan tajam, rasionalisasi belanja modal yang lebih rendah sebesar 30% dari target awal dengan fokus pada pengeluaran esensial seperti sarana dan prasarana serta peralatan – peralatan utama hingga pada strategi manajemen keuangan yang efektif dimana ITMG memastikan pembayaran dividen dan dana untuk aksi strategis.

 

Grafik harga batubara dunia – Maret 2021 (source : id.tradingeconomics.com)

 

Perkembangan harga batubara dunia tergantung pada pasokan batubara dunia dan permintaan akan batubara di seluruh dunia, dimana saat review ini ditulis harga komoditas batubara dunia telah menunjukkan kenaikan seperti pada pertengahan tahun 2016 silam, setidaknya dikisaran > US$ 75 PMT setelah sempat menyentuh rekor harga terendah sejak tahun 2016 lalu yaitu kisaran US$ 50,50 PMT. Penurunan harga batubara yang sempat terjadi di tahun 2020 lalu disebabkan oleh pemintaan batubara dunia yang menurun akibat (sejak) pandemi COVID-19 terjadi. [sebagian uraian dibatasi dan diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

Terlepas dari penurunan harga komoditas batubara dunia, beberapa Negara dunia telah sempat melakukan pelonggaran kebijakan lockdown bahkan terlepas dari lockdown dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang mana hal ini juga terjadi di Negara – Negara pangsa pasar ITMG yang tentunya dalam beberapa waktu kedepan bisa kembali meningkatkan aktivitas penjualan sekaligus naiknya harga komoditas batubara dunia dengan mulai beroperasinya manufaktur – manufaktur di seluruh dunia termasuk Indonesia. Finaly, tidak hanya emiten ITMG yang performanya sangat erat tergantung juga pada harga komoditas batubara namun sebagian besar emiten – emiten bisnis batubara lainnya pun juga demikian.

 

Secara relevan, logis dan obyektif maka saham ITMG atau saham PT. Indo Tambaraya Megah Tbk. ini bisa dinilai menarik untuk dipilih [setidaknya hingga saat review ini ditulis] atas dasar beberapa poin menarik berikut :

  • Pertama, [uraian pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan],
  • Kedua, [uraian pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan],
  • Ketiga, Emiten ITMG masih memiliki potensi bisnis ke pembangkit tenaga listrik dalam negeri,
  • Keempat/Terakhir, Emiten ITMG memiliki catatan historis kinerja yang menarik dimana sejak tahun 2015 – tahun 2019 rata – rata ITMG memiliki capaian ROE 18% dan NPM 10% atau setidaknya di atas 10% serta rasio DER 40% (rata – rata selama tahun 2015 – 2019) yang menunjukkan bahwa emiten ITMG nyaris terhindar dari resiko gagal bayar hutang atau mengingat rasio DER ITMG jauh dibawah batas maksimal DER 300% atau artinya Investor saham ITMG harusnya lebih tenang ketika memiliki saham ITMG dimana harga batubara mulai menunjukkan kenaikan dikisaran > US$ 75 PMT setelah sempat berada pada posisi terendahnya atau kisaran US$ 50 PMT.

 

Sejauh ini berdasarkan catatan – catatan ITMG tersebut, apakah potensi ITMG bisa dinilai cukup menarik terlebih saat Komoditas mulai masuk periode Supercycle ?

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham ITMG setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham ITMG” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham ITMG – PT. Indo Tambaraya Megah Tbk.
Rating Fundamental — — (saat review) : Menarik / Biasa Saja / Buruk
Pada Harga IDR 11,725/lembar, Rating Valuasi Saham ITMG : C (Hampir Wajar)
Pada Harga IDR 11,725/lembar, Margin to Fair Saham ITMG : + 25%

 

“Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience”
** Warren Buffet **

 


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia


 

United Tractors (SAHAM UNTR) – th. 2021

UNTR : “Kontribusi” batubara, emas dan konstruksi di tengah supercycle komoditas hingga SWF, bagaimana “respon” ...

MALINDO FEEDMILL (Saham MAIN) – th. 2021

MAIN salah satu saham sektor poultry dengan valuasi termurah, kinerja menarik serta tingkat resiko gagal ...

LIPPO CIKARANG (Saham LPCK) – th. 2021

LPCK salah satu atau bahkan mungkin satu – satunya saham sektor properti dengan valuasi termurah, ...

E-BOOK REVIEW ATAS LAPORAN KEUANGAN KUARTAL I – TAHUN 2021

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal I – Tahun 2021   Dear investor dari berbagai ...

LINK NET (Saham LINK) – th. 2021

LINK mencatat penetrasi jaringan dan pertumbuhan pelanggan tertinggi dalam sejarah perusahaan di era revolusi industri ...

E-book Review atas Laporan Keuangan Kuartal III – Tahun 2020

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal III – Tahun 2020   Dear investor dari berbagai ...