MALINDO FEEDMILL (Saham MAIN) – th. 2021

21/5/2021, 12:47 WIB

MAIN salah satu saham sektor poultry dengan valuasi termurah, kinerja menarik serta tingkat resiko gagal bayar hutang rendah, akankah saham Malindo FeedMill “kembali naik” ke valuasi wajarnya atau bahkan “melejit” saat harga DOC sedang/masih “bersahabat” tahun 2021 ?

 

Emiten : Saham MAIN – PT. Malindo Feedmill Tbk.
Harga Saham (saat publish/posting) : IDR 850/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 5,774 – Mei 2021

 

PT. Malindo Feedmill Tbk. atau MAIN adalah perusahaan yang bergerak di bidang pakan ternak. Ruang lingkup kegiatan perusahaan bergerak dalam bisnis produksi pakan ternak, khususnya pakan ternak ayam ras pedaging induk, pakan ternak ayam ras pedaging komersial, pakan ternak ayam ras petelur, dan anak ayam berusia satu hari (DOC). Selain itu, PT Malindo Feedmill Tbk juga menghasilkan beberapa produk ayam olahan.

Emiten MAIN merupakan perusahaan bisnis utama pakan ternak, pembibitan ayam, peternakan ayam pedaging serta makanan olahan yang memiliki Intangible Asset pada BRAND atau merk serta pangsa pasar dan pengalaman yang kuat. Pengalaman MAIN atau PT. Malindo Feedmill Tbk. tidak bisa di pandang remeh, dimana emiten MAIN pernah menerima penghargaan “Best of The Best ” dari majalah bisnis dan keuangan Forbes Indonesia (Forbes adalah salah satu media terbesar di dunia) selama 4 tahun berturut – turut dan hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat selama di tahun yang sama yaitu 2011 – 2014 harga saham MAIN terus melonjak naik dari kisaran 670/share hingga mencapai kisaran 3900-an/share menjelang akhir 2014 atau sebelum akhirnya IHSG atau market mengalami sedikit CRASH di tahun 2015.

Penghargaan yang diterima emiten MAIN tersebut sejalan dengan kenaikan harga sahamnya dan tentu menunjukkan kuatnya aspek kompetitif dalam produksi produk yang dihasilkan oleh MAIN dan tentu hal tersebut merupakan bentuk dari Intangible Asset yang memang tidak bisa hanya dinilai dengan ukuran nominal atau angka saja. Jadi, Intangible Asset berupa pangsa pasar dan pengalaman Malindo Feedmill inilah yang tidak bisa di nilai MURAH. Bahkan Japfa Comfeed, Sierad Produce hingga Charoen PokPhand Indonesia (setidaknya selama 4 tahun berturut emiten MAIN telah memiliki pengalaman mampu bersaing ketat dengan perusahaan sektoral yang sama namun kelas dunia seperti JPFA dan CPIN).

 

Perkembangan terkini (beberapa poin menarik) :

  • Saham atau emiten MAIN saat review ini ditulis masih menjadi salah satu saham sektor poultry (sektor consumer non-siklus // sub-sektor makanan dan minuman) dengan valuasi termurah, nilai kualitatif yang bisa dinilai menarik serta tingkat kerentanan yang masih terukur cukup konservatif atau memiliki resiko gagal bayar hutang yang cukup, semua penilaian tersebut dengan mempertimbangan aspek Intangible Asset dan fundamental secara komprehensif. Namun posisi fundamental emiten MAIN saat ini bisa berubah tergantung hasil LK kuartal selanjutnya atau kedepannya.
  • Emiten MAIN termasuk dalam industri esensial, yang artinya operasional bisnis MAIN masih bisa berjalan normal di tengah pemberlakuan pembatasan social atasi protokol kesehatan pandemi COVID-19, meski tidak bisa dipungkiri bahwa tetap ada fluktuasi permintaan di market atas kondisi pandemi COVID-19..
  • Emiten MAIN telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 15 juta di sepanjang tahun 2021 guna tujuan ekspansi pabrik yang sempat tertunda dan penambahan kandang, rencanannya pabrik (Dengan nilai investasi IDR 1,1 triliun di Lampung yang sempat mangkrak sejak tahun 2014) akan segera beroperasi pada akhir tahun 2021. Tentu saja hal tersebut bisa dinilai menarik mengingat dengan adanya kehadiran pabrik baru, maka akan meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak emiten MAIN menjadi sebesar 1,8 juta metric ton / tahun.
  • Emiten MAIN melalui anak usahanya yakni, PT. Malindo Food Delight akhirnya berhasil melakukan ekspor produk makanan olahan perdana ke Jepang. Sebagai catatan bahwa ekspor tersebut menjadi sebuah prestasi mengingat Jepang termasuk negara yang paling ketat dalam hal keamanan pangan, dimana semua produk yang telah diekspor tersebut telah disertai Sertifikat Veterinary Health Certificate (VHC) sebagai jaminan kemanan pangan dari Indonesia kepada Jepang. Tentu saja keberhasilan ekspor perdana makanan olahan ke negara Jepang yang dilakukan anak usaha MAIN tersebut bisa meningkatkan Nilai Kualitatif dari emiten atau saham MAIN. Sebagai catatan tambahan, Setelah berhasil ekspor perdana ke Jepang tanggal 1 September 2020, PT. Malindo Food Delight kembali melakukan ekspor ke Jepang pada tanggal 15 Januari 2021. Dimana bulan November 2020 telah ditandatangani MoU untuk ekspor pada tahun 2021 sebesar US$ 200,000 .

 

Faktor terkait :

Harga jual anak ayam usia sehari (day old chicken/DOC) menunjukkan kenaikan hingga mencatat rekor tertinggi pada kuartal I tahun 2021 yang sejalan dengan pertumbuhan rata – rata harga jual ayam pedaging. Harga jual anak ayam usia sehari (day old chicken/DOC) yang menunjukkan kenaikan tersebut di dukung adanya moment tertentu (seperti moment Ramadan, Idul Fitri hingga kebijakan ketat pemerintah terkait suplai ayam) yang diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya pada kuartal II tahun 2021, tentu saja hal tersebut masih akan berpengaruh potensial terhadap kinerja sektor poultry.

Di sisi lain, harga bahan baku produksi pakan ternak seperti buntil kedelai pun cenderung menunjukkan kenaikan di tahun 2021. Hal tersebut beresiko memangkas margin keuntungan bagi sektor bisnis poultry, namun harusnya tidak terlalu signifikan sebab kenaikan harga bahan baku produksi pakan ternak akan diiringi dengan penyesuaian atau penguatan harga jual pakan ternak, sehingga margin keuntungan bisa tetap stabil.

 

Fundamental :

Penulis menilai, saat review ini ditulis valuasi saham MAIN telah atau masih undervalue ditunjukkan dengan tingkat PER MAIN 5,35x dan tingkat PBV MAIN 0,92x vs tingkat ROE MAIN 17,12% di level harga 850/share, dimana saham atau emiten MAIN saat ini masih termasuk salah satu saham sektor poultry (sektor consumer non-siklus // sub-sektor makanan dan minuman) dengan valuasi termurah setidaknya di kuartal 1Q21/3M21 (setelah di lakukan perbandingan dengan beberapa saham sektor poultry seperti SIPD, CPIN dan JPFA). Namun, tentu saja posisi fundamental MAIN bisa berubah tergantung dari performa emiten MAIN kedepannya.

Berdasarkan LK emiten MAIN kuartal 1Q21/3M21, Malindo Feedmill menunjukkan performa atau kinerja yang bisa dinilai MENARIK, dimana pendapatan MAIN meningkat signifikan di atas 25% secara Year on Year (YOY) sejalan dengan laba bersih / laba periode berjalan MAIN yang menunjukkan kenaikan luar biasa lebih dari 500% secara Year on Year (YOY). Pencapaian kinerja MAIN yang sangat signifikan tersebut, cukup dominan dan signifikan di kontribusi dari aktivitas bisnis utama MAIN … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

[Uraian mengenai fundamental dibatasi sampai disini, lebih lengkap / selanjutnya hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

 

Sejauh ini berdasarkan catatan – catatan MAIN tersebut, apakah potensi MAIN bisa dinilai menarik terlebih saat harga DOC sedang/masih “bersahabat” seperti saat ini ?

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham MAIN setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham MAIN” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham MAIN – PT. Malindo Feedmill Tbk.
Rating Fundamental — — (saat review) : Menarik / Biasa Saja / Buruk
Pada Harga IDR 850/lembar, Rating Valuasi Saham MAIN : B (Murah)
Pada Harga IDR 850/lembar, Margin to Fair Saham MAIN : + 65%

 

“Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience”
** Warren Buffet **


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia


 

United Tractors (SAHAM UNTR) – th. 2021

UNTR : “Kontribusi” batubara, emas dan konstruksi di tengah supercycle komoditas hingga SWF, bagaimana “respon” ...

LIPPO CIKARANG (Saham LPCK) – th. 2021

LPCK salah satu atau bahkan mungkin satu – satunya saham sektor properti dengan valuasi termurah, ...

E-BOOK REVIEW ATAS LAPORAN KEUANGAN KUARTAL I – TAHUN 2021

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal I – Tahun 2021   Dear investor dari berbagai ...

INDO TAMBANGRAYA MEGAH (SAHAM ITMG) – th. 2021

ITMG : pembangkit listrik, pasokan listrik yang berkelanjutan hingga supercycle komoditas, bagaimana “respon” saham Indo ...

E-book Review atas Laporan Keuangan Kuartal III – Tahun 2020

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal III – Tahun 2020   Dear investor dari berbagai ...

E-book Review atas Laporan Keuangan Kuartal I – Tahun 2020

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal I – Tahun 2020   Dear investor dari berbagai ...