PTPP / PP, WIKA / WIJAYA KARYA dan ADHI / ADHI KARYA (IDX INFRA / konstruksi) – th. 2023

PTPP, WIKA dan ADHI termasuk saham sektor / indeks IDX INFRA yang [saat review ini ditulis] berada pada kisaran terendahnya sejak Indeks IDX INFRA dibentuk atau dikategorikan, akankah “melejit” di tahun 2023/2024 ?

 

Emiten : Saham PTPP, WIKA dan ADHI
Harga Saham (saat publish/posting) : PTPP IDR 725/lembar, WIKA IDR 805/lembar dan ADHI IDR 486/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 6,850 – Januari 2023

 

PTPP, WIKA dan ADHI

Menjelang akhir tahun 2022 penulis memasukkan beberapa saham – saham IDX INFRA pilihan yaitu PTPP, WIKA dan ADHI dalam daftar 15 saham pilihan paling ideal versi penulis atau dalam hal ini andrianoktianto.com yang tentunya berdasarkan kaidah value investing dengan pertimbangan khusus.

Secara lebih komprehensif, saham PTPP, WIKA dan ADHI dimasukkan sebagai saham pilihan ideal dengan mempertimbangkan tingkat atau point level historis indeks acuan Infrastruktur (termasuk konstruksi) yang mana saat review ini ditulis [termasuk masih] berada pada kisaran terendahnya sejak Indeks IDX INFRA dibentuk atau dikategorikan. Menariknya, posisi Indeks IDX INFRA saat review ini ditulis, berada pada hari ke 29 pasca retracement ekstrem dari titik semula, dimana rata – rata REBOUND Indeks IDX INFRA paling cepat adalah 12 hari kerja bursa dan paling lambat adalah 45 hari kerja bursa. Anda bisa perhatikan Charting Indeks IDX INFRA dibawah ini, sebagai acuan alternatif saja :

 

Chart IDX INFRA per pekan ke III Desember 2022

 

Tentu saja berdasarkan data historis tersebut membuat beberapa saham – saham Indeks IDX INFRA pilihan menjadi semakin menarik terlebih saham PTPP, WIKA dan ADHI.

Sebagai disclosure awal maka perlu Penulis jelaskan bahwa saat review saham PTPP, WIKA dan ADHI ini ditulis, Laporan Keuangan 3Q22/9M22 saham PTPP, WIKA dan ADHI bukan acuan utama pemilihan saham – saham tersebut meski telah di release atau di publish via website IDX atau BEI. Hal tersebut dikarenakan pemilihan saham – saham PTPP, WIKA dan ADHI khusus untuk saat ini lebih cenderung mempertimbangkan SENTIMEN, MOMENT hingga AKSI KORPORASI EMITEN serta potensi dari data historis indeks IDX INFRA.

Maka untuk saat ini Penulis memilih untuk lebih berfokus memberikan penjabaran atau detail mengenai perkembangan terkini & beberapa poin menarik dari saham PTPP, WIKA dan ADHI sebagai saham pilihan setidaknya hingga saat ini. … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan].

 

Catatan Penting : rating saham PTPP, WIKA dan ADHI dinilai pada tingkat rating B berdasarkan historis Indeks IDX INFRA yang masih kisaran rendah, moment January Effect, Santa Claus Rally, Windows Dressing, sentimen terkait proyek IKN atau Ibu Kota Negara hingga aksi korporasi terkait perolehan proyek – proyek terkini tanpa atau belum atau telah menggabungkan hasil LK 3Q22/9M22, serta valuasi saham PTPP, WIKA dan ADHI yang masih tertahan MURAH. Tentu saja rating saham bisa berubah jika nantinya dengan mempertimbangkan hasil LK kuartal selanjutnya ketika telah terbit via IDX.

 


PT. PP (Persero) Tbk. atau PTPP merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, properti, dan infrastruktur. Bidang usaha perusahaan meliputi Jasa konstruksi (Bangunan gedung dan infrastruktur), properti, EPC (Engineering Procurement Construction), Investasi dan bisnis lainnya. Aktivitas usaha emiten PTPP berfokus pada kegiatan mencakup gedung bertingkat, jalan dan jembatan, bendungan,irigasi, pelabuhan, bandara udara, perkeretaapian dan terowongan.

 

Perkembangan terkini (beberapa poin menarik) :

  • Emiten / saham PTPP berada dikisaran 800/share atau masih termasuk terendah sejak 5 tahun terakhir (saat review ini ditulis) tanpa memperhitungkan Retracement Ekstrem yang terjadi saat moment perdana capaian puncak pandemi COVID-19 di tahun 2020.
  • Emiten PTPP menjadi kontraktor dengan perolehan nilai kontrak terbanyak (hingga saat ini atau th. 2022) di Ibu Kota Negara (IKN) yang terdiri dari total 6 proyek senilai IDR 2,9 triliun.
  • Emiten PTPP memiliki perolehan kontrak baru (hingga saat ini / Oktober 2022) tercatat sebesar IDR 19,3 triliun atau naik 33,5% secara YOY dibandingkan tahun 2021.
  • Emiten PTPP memiliki potensi perolehan kontrak proyek baru yang lebih menarik tentunya di tahun 2023 yang seiring dengan kenaikan anggaran infrastruktur, tentu saja hal ini menjadi sentimen positif / sebuah potensi yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan kontrak emiten konstruksi, terlebih terkait pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN baru.

 

[Uraian lebih lengkap dibatasi, selengkapnya hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

 


PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Emiten WIKA memiliki segmen konstruksi yang terdiri dari konstruksi sipil, termasuk jalan, jembatan, bandar udara, pelabuhan dan barrage (bendungan) dan konstruksi bangunan, termasuk bangunan perumahan dan perniagaan. Segmen mesin dan listrik yang terdiri dari dua unit bisnis : energi, yang terdiri dari penyediaan jasa rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) dan investasi pada pembangkit listrik dan pabrik industri. Segmen industri yang terdiri dari produksi beton pracetak industri dan pabrikasi baja. Segmen real estate mencakup pengembangan bangunan perumahan dan bangunan komersial, pengelolaan properti dan penyediaan jasa konstruksi. Segmen pertambangan yang bergerak dalam pertambangan aspal (di Pulau Buton, Indonesia).

 

Perkembangan terkini (beberapa poin menarik) :

  • Emiten / saham WIKA berada dikisaran 820/share atau masih termasuk terendah sejak 5 tahun terakhir (saat review ini ditulis) tanpa memperhitungkan Retracement Ekstrem yang terjadi saat moment perdana capaian puncak pandemi COVID-19 di tahun 2020.
  • Emiten WIKA memiliki perolehan kontrak baru (hingga saat ini / Oktober 2022) tercatat sebesar IDR 25,5 triliun atau naik 78,5% secara YOY dibandingkan tahun 2021 (Emiten WIKA menjadi emiten karya dengan catatan pertumbuhan kontrak baru tertinggi per akhir Oktober 2022), jumlah tersebut termasuk beberapa proyek pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN).
  • Emiten WIKA tengah memperbesar segmen non-konstruksi yakni bisnis motor listrik Gesits yang digarap melalui PT. Wika Industri Manufaktur, dimana telah memiliki market share hingga 26% dari total motor listrik di Indonesia.
  • Emiten WIKA resmi ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana Proyek Pengembangan Bandara Internasional Batam (BIB), yang mana pengerjaan proyek tersebut bernilai IDR 2,18 triliun, target pekerjaan pengembangan bandara tersebut akan berlangsung selama 36 bulan atau 3 tahun.
  • Emiten WIKA memiliki potensi perolehan kontrak proyek baru yang lebih menarik tentunya di tahun 2023 yang seiring dengan kenaikan anggaran infrastruktur, tentu saja hal ini menjadi sentimen positif / sebuah potensi yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan kontrak emiten konstruksi, terlebih terkait pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN baru.

 

[Uraian lebih lengkap dibatasi, selengkapnya hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

 


PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. atau ADHI merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Bidang usaha perusahaan meliputi jasa konstruksi, EPC (Engineering Procurement Construction), properti dan real estate, serta investasi infrastruktur.

 

Perkembangan terkini (beberapa poin menarik) :

  • Emiten / saham ADHI berada dikisaran 500/share atau masih termasuk terendah sejak 5 tahun terakhir (saat review ini ditulis) tanpa memperhitungkan Retracement Ekstrem yang terjadi saat moment perdana capaian puncak pandemi COVID-19 di tahun 2020.
  • Emiten ADHI memiliki perolehan kontrak baru (hingga saat ini / November 2022) tercatat sebesar IDR 22,4 triliun atau naik 63% secara YOY dibandingkan tahun 2021.
  • Emiten ADHI telah memperoleh kontrak untuk proyek konstruksi rumah tapak kedinasan beserta fasilitas penunjangnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Negara (IKN), nilai kontrak yang diperoleh sebesar IDR 493,7 miliar.
  • Emiten ADHI juga telah memperoleh kontrak pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara untuk proyek, antara lain 22 tower untuk hunian pekerja konstruksi Ibu Kota Negara (IKN), pelindung fender Jembatan Pulau Balang, Jalan Tol Seksi 3A segmen Karangjoang – KTT Kariangau.
  • Emiten ADHI memiliki potensi perolehan kontrak proyek baru yang lebih menarik tentunya di tahun 2023 yang seiring dengan kenaikan anggaran infrastruktur, tentu saja hal ini menjadi sentimen positif / sebuah potensi yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan kontrak emiten konstruksi, terlebih terkait pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN baru.

 

[Uraian lebih lengkap dibatasi, selengkapnya hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

 


Sejauh ini berdasarkan catatan – catatan PTPP, WIKA dan ADHI tersebut, apakah potensi saham PTPP, WIKA dan ADHI bisa dinilai menarik ?

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham PTPP, WIKA dan ADHI setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham PTPP, WIKA dan ADHI” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham PTPP, WIKA dan ADHI.
Rating Fundamental — — (saat review) : Biasa Saja

Pada Harga IDR 800/lembar, Rating Valuasi Saham PTPP : B (Murah)
Pada Harga IDR 800/lembar, Margin to Fair Saham PTPP : + 35%

Pada Harga IDR 820/lembar, Rating Valuasi Saham WIKA : C (Hampir Wajar)
Pada Harga IDR 820/lembar, Margin to Fair Saham WIKA : + 25%

Pada Harga IDR 500/lembar, Rating Valuasi Saham ADHI : B (Murah)
Pada Harga IDR 500/lembar, Margin to Fair Saham ADHI : + 25%

 

“Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience”
** Warren Buffet **


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia