TUNAS BARU LAMPUNG (SAHAM TBLA) – th. 2021

TBLA salah satu saham produsen minyak goreng terbesar dan termurah di Indonesia, akankah saham Tunas Baru Lampung mampu “melejit” di tahun 2021 ?

 

Emiten : Saham TBLA – PT. Tunas Baru Lampung Tbk.
Harga Saham (saat publish/posting) : IDR 875/lembar
Level IHSG (saat publish/posting) : 6,524 – November 2021

 

PT. Tunas Baru Lampung Tbk. atau TBLA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi meliputi : minyak goreng sawit, minyak goreng kelapa, minyak kelapa mentah, minyak sawit (Crude Palm Oil), margarin, mentega, gula, bahan pembersih dan komestika serta bidang perkebunan antara lain: kelapa sawit, nanas, jeruk, kelapa hibrida dan tebu. TBLA adalah salah satu produsen minyak goreng terbesar dan termurah di Indonesia serta merupakan kelompok usaha dari Sungai Budi yang dibentuk tahun 1947 dan menjadi salah satu perintis industri pertanian di Indonesia. Menariknya, kelompok usaha Sungai Budi merupakan salah satu pabrikan dan distributor pertanian terbesar di Indonesia berbasis produk konsumen.

PT. Tunas Baru Lampung Tbk. atau TBLA telah mengubah klasifikasi subsektor usahanya menjadi Consumer Goods Industry dari sebelumnya pertanian dan perkebunan atau Agriculture. Hal ini dikarenakan TBLA lebih banyak penjualan pada segmen hilir berupa minyak goreng, biodiesel dan gula. Nah, namun kini emiten atau saham TBLA ada pada klasifikasi sektor saham Konsumsi Non-Siklus, dimana sub-sektor ada pada makanan dan minuman semenjak IDX menyesuaikan pengklasifikasian sektor saham sejak beberapa waktu lalu.

Jika Anda masih sedikit kesulitan dalam mengenal perusahaan TBLA maka mungkin Anda pernah atau sering dengar brand atau merk terkenal yaitu Rose Brand ?. Yups, merk tersebut merupakan brand terkenal dari hasil produksi PT. Tunas Baru Lampung Tbk. atau emiten TBLA.

Terkait sektor perkebunan dan pertanian khususnya Crude Palm Oil atau CPO, kabar yang menarik sejak tahun 2019 lalu ialah adanya teknologi yang punya potensi besar dapat menjadikan Indonesia sebagai Negara penghasil Omega-3 terbesar di dunia. Menariknya lagi, khususnya untuk saat ini perusahaan terbuka yang punya peran dalam perwujudan tersebut salah satunya adalah PT. Tunas Baru Lampung Tbk. atau TBLA.

 

Perkembangan terkini (beberapa poin menarik) :

  • Emiten / saham TBLA berminat untuk memanfaatkan teknologi pengolah limbah pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent dari Jepang. Sederhananya, ketika harga kelapa sawit berada dikisaran rendah namun tetap ada potensi pendapatan besar hasil dari pengolahan limbah. Perlu diketahui bahwa limbah POME yang mengandung polusi gas metana berbahaya tersebut nantinya akan di “sulap” sebagai bahan baku penghasil DHA berkualitas dan berharga tinggi seperti Omega-3 yang tentunya dengan bantuan teknologi dari Jepang tersebut (Teknologi Novel Algae hasil inovasi Universitas Tsukuba di Jepang). Teknologi POME punya potensi menjadikan Indonesia sebagai penghasil omega-3 terbesar di dunia.
  • Emiten / saham TBLA ekspansi sejumlah pabrik baru di bidang sawit dan gula rafinasi di tahun 2021, pabrik refined glycerine 120 PTD dan pabrik Re-esterifikasi PFAD 110 TPD estimasi akan masuk tahap commisioning di awal – awal kuartal 2Q21/1H21, lalu pabrik biodiesel 1,500 TPD dan refinery 2,500 TPD estimasi selesai di kuartal 4Q21/FY21, dimana Keempat pabrik baru tersebut berlokasi di Way-Lunik, Lampung.

 

Faktor terkait :

Saat ini (pasca pertengahan tahun 2021) sebagian besar harga komoditas dunia termasuk harga komoditas minyak kelapa sawit / CPO mengalami Supercycle Komoditas atau kenaikan harga komoditas hingga ATH (All Time High) atau setidaknya tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Tentu saja beberapa faktor tersebut bisa berdampak / berpengaruh “mendorong” utamanya pada bisnis yang terkait dengan minyak kelapa sawit / CPO.

Perkembangan harga minyak kelapa sawit / CPO tergantung pada pasokan minyak kelapa sawit / CPO dan permintaan akan minyak kelapa sawit / CPO di seluruh dunia, dimana saat review ini ditulis harga komoditas minyak kelapa sawit / CPO telah menunjukkan kenaikan seperti pada awal – awal tahun 2008 silam, setidaknya dikisaran > MYR 4,000 PMT (sempat menyentuh di atas kisaran MYR 4,500 PMT – Mei 2021). Kenaikan harga minyak kelapa sawit / CPO yang terjadi saat ini trigger utamanya hampir mirip dengan komoditas batubara.

 

Fundamental :

Penulis menilai, saat review ini ditulis valuasi saham TBLA telah atau masih undervalue ditunjukkan dengan tingkat PER TBLA 5,61x dan tingkat PBV TBLA 0,71x vs tingkat ROE TBLA 12,80% di level harga 810/share, dengan mempertimbangkan potensi dari perkembangan harga komoditas minyak kelapa sawit / CPO saat ini … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

Berdasarkan LK emiten TBLA kuartal sebelumnya (mengingat LK 2Q21/1H21 belum terbit saat review ini ditulis), PT. Tunas Baru Lampung Tbk. menunjukkan performa atau kinerja yang bisa dinilai Not Bad cenderung MENARIK, … [uraian lengkap pada poin ini hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

[Uraian mengenai fundamental dibatasi, selengkapnya hanya tersedia pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan]

 

Sejauh ini berdasarkan catatan – catatan TBLA tersebut, apakah potensi TBLA bisa dinilai menarik saat Komoditas telah masuk periode Supercycle ?

Review secara sederhana, singkat, relevan, logis dan obyektif di atas Penulis pikir cukup menjelaskan secara prudent dan konservatif mengenai saham TBLA setidaknya untuk saat ini. But, dari beberapa poin yang terpenuhi di atas maka poin terpenting selanjutnya terkait “Tindakan yang ideal untuk dilakukan selanjutnya Pada Saham TBLA” berdasarkan pada laporan keuangan tentu diuraikan lebih detail hanya pada review versi lengkapnya di Ebook Kuartalan.

 

Emiten : Saham TBLA – PT. Tunas Baru Lampung Tbk.
Rating Fundamental — — (saat review) : Menarik / Biasa Saja / Buruk
Pada Harga IDR 845/lembar, Rating Valuasi Saham TBLA : B (Murah)
Pada Harga IDR 845/lembar, Margin to Fair Saham TBLA : + 25%

 

“Successful Investing Takes Time, Discipline and Patience”
** Warren Buffet **


Rating Valuasi Saham : A (Sangat Murah), B (Murah), C (Hampir Wajar), D (Wajar), E (Hampir Mahal).
Rating Valuasi Saham mempertimbangkan : PBV, PER, ROE, DER, QV (Qualitative Value), RR (Risk Rate) dan HSP (Historis Stock Price) pada saat penilaian atau pengukuran Rating Valuasi Saham tersebut.


Kenapa analisis dalam kaidah value investing sangat penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website andrianoktianto.com baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota / Member andrianoktianto.com.

Temukan hasil review saham – saham pilihan selanjutnya hanya dengan registrasi atau join membership andrianoktianto.com (klik disini) dan dapatkan review lengkap saham – saham pilihan di Ebook Kuartalan andrianoktianto.com sesuai kaidah Value Investing – Warren Buffet / Benjamin Graham (klik disini).


TagLine : value investing indonesia andrianoktianto.com // value investing saham // investasi saham pemula // investasi saham berpengalaman // value investor Indonesia // metode value investing // saham value investing indonesia